Lembar menu

Tampilkan postingan dengan label Konstruksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konstruksi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Juli 2014

Apa itu Fuse?

Fuse atau pengaman lebur sering pula disebut sekering. Secara luas, Fuse merupakan komponen pengaman listrik yang sifat kerjanya meleburkan kawat yang dipasang didalam komponen tersebut apabila kawat tersebut dilewati dengan arus hubung singkat tertentu. Jenis kawatnya berbeda-beda untuk tiap hantar kawat dengan arus nominal tertentu, misal 2A (Ampere), 4A, 6A dst.

Ada dua jenis dari komponen ini, yaitu tipe kawat lebur dan tipe tombol. Untuk tipe kawat lebur mempunyai prinsip kerja seperti penjelasan di atas dan untuk menormalkan kembali perlu diganti dengan pengaman lebur yang baru. Sedangkan untuk tipe tombol (seperti gambar diatas), bila terjadi masalah hubung singkat maka arus listrik akan terputus dan untuk menormalkan kembali cukup dengan menekan tombol yang besar tersebut. Tombol kecil berfungsi untuk memutus aliran listrik.

Komponen pengaman tipe lebur ini mulai jarang digunakan karena ada kerepotan tersendiri bila putus karena terjadi masalah. Apalagi bila persediaan sekering di rumah tidak ada. Tetapi secara jujur perlu diakui bahwa komponen ini akan bekerja sempurna memutus listrik bila terjadi masalah, asal saja komponen ini original kawatnya tanpa kita rubah sendiri. Berbeda dengan tipe berikut yaitu MCB yang mempunyai fungsi sebagai pemutus arus lsitrik bila kelebihan beban atau terjadi hubung singkat, pengaman lebur hanya berfungsi bila terjadi hubung singkat saja.

Gambar. Box Sekering


Apa itu Bargainser?

Bargainser merupakan alat yang terpasang sebagai batas antara PLN dan pelanggan. Selain itu, bargainser merupakan milik PLN sehingga masih tanggung jawab dan tersegel oleh PLN. Posisi pemasangannya di bagian depan dari rumah untuk memudahkan pencatatan pemakaian listrik oleh petugas PLN. Terdapat juga informasi mengenai ID pelanggan (No. kontrak pelanggan) di bargainser ini.

Fungsi bargainser adalah
  • Membatasi daya yang digunakan oleh pelanggan (sesuai dengan kontrak pemasangan), 
  • Mencatat daya yang digunakan oleh konsumen. 
  • Pemutus daya utama beralih jika ada kekuatan kelebihan konsumsi oleh pelanggan, gangguan arus pendek pada instalasi listrik atau sengaja dimatikan rumah pelanggan untuk tujuan pemasangan perbaikan listrik rumah.
Dalam Komponen Bargainser terdapat komponen utama yakni :
  • Circuit Breaker (MCB)
    Circuit Breaker (MCB) adalah komponen bargainser yang berkerja untuk memutuskan arus listrik, bila terjadi pemakaian daya yang berlebihan atau bila terjadi hubungan singkat dari suatu peralatan listrik rumah.
  • Meter Listrik (Kwh Meter)
    Meter Listrik (Kwh Meter) Sebagai penujuk besarnya daya listrik dan satuan Kwh (Kilowatt hour), petugas PLN yang setiap bulannya yang selalu mencatat angka-angka meter listrik ini.
  • Spin Control
    Spin Control sebagai alat yang berputar dan menggerakan meter listrik.  Jika, terjadi pemakaian daya. Semakin besar pemakaian daya semakin cepat spin control berputar.
Selain itu, terdapat 2 macam bargainser, yaitu analog dan digital. Model analog masih sangat umum dipakai di perumahan, sedangkan model digital biasanya  lebih digunakan untuk pelanggan PLN pra-bayar (dikenal dengan system pulsa). Untuk system ini, pelanggan hanya perlu membayar terlebih dahulu sejumlah uang kepada PLN (bisa melalui ATM dengan memasukkan kode pelanggan yang diperlukan) dan kemudian mendapatkan kode semacam voucher untuk dimasukkan dalam bargainser tersebut. Persis seperti membeli pulsa pra-bayar.


    sumber: Bargainser (Meteran Listrik)