Lembar menu

Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Juli 2014

Pendidikan Inklusif di Indonesia Masih Kurang

Pendidikan Inklusi secara kesimpulan merupakan penerapan pendidikan secara bersama-sama antara peserta didik yang sehat jasmani dan rohani dengan peserta didik yang memiliki kekurangan tersebut. Pendidikan Inklusi ini sebagai wujud perhatian terhadap permasalahan hak mendapatkan pendidikan dan kehidupan layak secara merata bagi tiap anak ataupun warga negara. Setiap bagian-bagian yang terdidik akan disampaikan secara merata oleh guru sebagai fasilitator, meskipun dengan cara berbeda. Sehingga, terciptalah hubungan yang harmonis antara setiap pendidikan dan peserta didik.



Berbagai kelebihan dalam pendidikan inklusi menjadikan metode pendidikan ini penting untuk dapat terwujud, antara lain:
  • Memberikan hak mendapatkan pendidikan bagi setiap anak
  • Memberikan manfaat moral bagi peserta didik maupun pendidik
  • Memberikan kesempatan bagi setiap warga negara untuk berkembang
  • Mengupayakan pemerataan penerimaan pendidikan.
Namun, pendidikan inklusif pun memiliki kekurangan-kekurangan tersendiri daripada pendidikan lainnya, yaitu:
  • Dapat memungkinkan untuk melakukan pelatihan khusus terhadap pendidik untuk menunjang pendidikan inklusif ini.
  • Perlunya penyuluhan akan penerapan pendidikan inklusif ini terhadap berbagai pihak terkait (hal ini dikarenakan masih kurangnya kepercayaan masyarakat akan hadirnya pendidikan ini).
  • Penyediaan sarana dan prasarana tambahan sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan baik.
Begitupun dengan penerapan pendidikan inklusif ini di Indonesia. Indonesia dengan berbagai macam perbedaanya tersebut, perlu mengadakan pendidikan inklusif ini. Dan alhamdulilah hal tersebut telah terwujud. Namun, penerapannya ternyata masih di rasa kurang. Hal ini terbukti dengan hanya sedikit instansi-instansi pendidikan yang menerima penerapan pendidikan ini. Dengan berbagai alasan diterapkan pun terjadi, sehingga secara logis mampu menhindari pendidikan ini. Yang kemudian imbasnya diserahkan kembali kepada pemerintah dan instansi pendidikan yang khusus menangani hal tersebut. Begitupun dengan masyarakat yang masih kurangnya kepercayaan terhadap pendidikan ini, sehingga pendidikan inklusif ini pun dirasa awam untuk diikuti.

Namun, terlepas dari itu semua pendidikan inklusif tetaplah dapat menjadi pilihan yang baik. Tinggal bagaimana pendidikan ini dapat terus berkembang menjadi lebih baik lagi. dan hal ini pun perlu didukung dari pemerintah sendiri maupun masyarakat. 

Sabtu, 05 Juli 2014

Masalah Utama Pendidikan di Indonesia


Beberapa masalah utama pendidikan di Indonesia adalah :

1. Mahalnya Biaya pendidikan
Inilah masalah utama pendidikan di Negeri ini, yaitu mahalnya biaya pendidikan dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Hal inilah yang kemudian banyak memunculkan fenomena putus sekolah di kalangan anak-anak Indonesia. Jangankan untuk sekolah Swasta, Untuk sekolah negeri pun, biaya pendidikanya tetap tinggi. Opsi bantuan BOS yang diberikan oleh pemerintah pun masih belum bisa mengatasi masalah mahalnya biaya pendidikan ini.

2. Kurangnya Pemerataan Pendidikan di Indonesia
Bagi sebagian orang, pendidikan adalah hal yang biasa, namun bagi banyak orang yang berada di wilayah terpencil, pendidikan adalah barang mewah dan sangat berharga. Kenapa? karena memang di negara yang menganut paham desentralisasi ioni, pendidikan lebih difokuskan di wilayah-wilayah pokok yang lebih potensial. Hal inilah yang kemudian menimbulkan kurangnay pemerataan dan menjadikan kesenjangan dalam pendidikan.

3. Rendahnya Kualitas Sarana dan prasarana pendidikan
Kita tentu sudah banyak mendengar berita tentang sekolah roboh, atau sekolah rusak karena bangunanya yang sudah lapuk namun tidak mendapat bantuan dari pemerintah. Inilah salah satu bukti betapa Rendahnya Kualitas Sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia.

4. Masih rendahnya kesejahteraan Guru
Salah satu acuan yang bisa diukur untuk menentukan Keberhasilan pendidikan adalah tingkat kesejahteraan para Guru. Namun apa bisa dikata, Di Indonesia masih banyak guru yang dibayar dengan upah yang kurang layak atau bahkan tidak layak. Walaupun banyak orang beranggapan bahwa guru itu adalah profesi yang mewah, namun tetap saja masih banyak guru yang belum bisa menerima hasil jerih payahnya secara adil.

5. Rendahnya Prestasi Siswa
Dari penelitian Balitbang, Daya tangkap materi siswa di Indonesia hanya sekitar 30% dari semua materi yang diajarkan. hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya kurangnya kepedulian dalam dunia pendidikan dan juga masih kurangnya pengetahuan para siswa tentang arti sebuah pendidikan.